Senin, 07 April 2014

CITA-CITA NAZILA



 CITA-CITA NAZILA

Assalamu alaikum para Pembaca yang Budiman...
Bulan Maret dan April 2014 ini kami sedang menikmati sebuah buku terbaru karya Ayah Edy dengan judul “Rahasia AYAH EDY Memetakan Potensi Unggul Anak”. Sebelum buku ini diterbitkan kami telah memesannya jauh-jauh hari. Karena kami yakin buku ini bagus maka kami langsung memesan 3 eksemplar sekalian kami bagikan kepada keluarga. Secara tidak kami duga terjadilah “keajaiban” pada putri kami NAZILA.


Selama seminggu ini dia menceritakan tentang cita-citanya. Kisah tersebut spontan meluncur dari mulut kecilnya yang cerewet. Sewaktu kami menjemputnya dari sekolah, di perjalanan dia mengungkapkan jika sudah besar kelak si kecil bercita-cita menjadi guru SD dan TK. Wah...dapat ide dari mana nih kok tiba-tiba ingin jadi guru?

Nazila : “Yah...nanti kalau sudah gedhe Kakak pengen jadi guru SD dan TK”.
Saya : “Wah keren banget itu”.
Nazila : “Iya...nanti murid Kakak buanyak. Kakak punya sekolah yang tuinggi. Segini terus segini terus tuinggi (tangan kanannya seperti menunjukkan bangunan bertingkat-tingkat seperti di kampus perguruan tinggi). Nanti ada tamannya luas, ada rumputnya, bunganya terus ada tempat makannya buanyak. Ada binatangnya, kelinci, sapi, kuda, kambing...buanyak”.
Saya : “Ada harimaunya ndak?”.
Nazila : “Harimau? Hiiii...takut. Nanti dicakar...hauuuuuwww (sambil menirukan suara harimau). Ya ndak ada dong ayah ini”.

Saya : “Hehehe...kalau ada muridnya Kakak yang TK ngompol gimana?”.
Nazila : “Ya biarin aja”.
Saya : “Lho kalau ngompol semua kan sekolahnya banjir?”.
Nazila : “Wahahahaha...ayah ini guyon tok” (tau sendiri kan Nazila kalau ketawa cetar banget).
Saya : “Kakak kan mau jadi Bu Guru. Dipanggil Bu Guru Nazila dong, trus gimana Kakak mengajar murid-muridnya?”
Nazila : “Gini lho Yah : Anak-anak ayo sekarang membaca huruf A”.
Saya : “Wahahaha...gemesin deh Kakak ini”.
Nazila : “Nanti temen Kakak si Satria jadi Pak Guru. Terus si Abil juga”.

Obrolan berlangsung mulai di kendaraan hingga di dalam rumah. Sepertinya dia antusias sekali dengan Bu Gurunya sampai-sampai bercita-cita menjadi guru. Hari-hari berikutnya kami tunjukkan gambar-gambar di internet tentang berbagai sekolah terindah di dunia juga taman-taman bunga yang berwarna-warni.

Ayah HILDAN dan Si Cantik NAZILA

Dua hari ini kami mudik. Si kecil pun dengan antusias menceritakan cita-cita kepada Mbah Uti dan Tantenya. Jadi seperti hiburan tersendiri mendengarkan dia bercerita panjang lebar tentang gedung sekolah, murid-murid, taman dan binatang yang dipelihara di sekolah. Kami yakin ini merupakan petunjuk awal dari Tuhan supaya kami terus menggali minat dan potensi bawaan si kecil. Klop banget dengan tema buku parenting yang baru kami baca.

Eksplorasi dan Stimulasi
Sekali lagi kami yakin ini bukan kebetulan, antara buku baru yang kami beli dan cita-cita dadakan si kecil. Karena rencana Tuhan sangat detail dan saling berkaitan secara harmonis, maka kejadian ini juga dalam skenarionya. Akan tetapi ini hanya lah petunjuk awal. Masih banyak proses yang harus kami lakukan supaya kami benar-benar menemukan minat dan bakat bawaan si kecil. Bukan hanya minat dan bakat yang terpengaruh oleh lingkungan, tetapi “sesuatu” yang muncul dari dalam dirinya. Langkah selanjutnya adalah melakukan eksplorasi dan stimulasi.

Pada proses ini kami mengajaknya berkeliling dan melihat berbagai profesi yang kami temui di perjalanan. Misalnya ketika kami mampir di sebuah toko roti. Kami menunjukkan kepadanya tentang profesi pembuat roti. Mulai proses membuat adonan roti, memasukkan adonan ke dalam oven, mengambil roti dari oven, memotongnya, menghias hingga menyajikannya ke deretan rak di dalam toko. Dia sempat surprise melihat pisau panjang untuk membelah roti.
Saya : “Kak itu kan pedangnya Dai Gunder (salah satu film kartun robot kesukaannya)”.
Nazila : “Waaaaa...masak Dai Gunder bikin roti....hahahaaaaa ayah ini”.

Di lain kesempatan kami mengajaknya ke toko sepatu. Dia minta difoto sambil memegang sepatu wanita. Kecil-kecil sudah narsis nih...hehehe. Tidak masalah yang penting dia happy menjalani proses ini. Dia juga sering memperhatikan penjual roti kukus keliling, penjual di pasar bunga, penjual kelinci di pasar minggu, guru, polisi di pinggir jalan sampai pembuat mebel. Sehingga banyak sekali diskusi yang terjadi seputar pekerjaan orang-orang tersebut. Apalagi dia menemukan kosa kata baru atau hal-hal unik selama mengamati. Pokoknya dia kritis dan super cerewet. Pada prinsipnya semua kami lakukan dalam suasana menyenangkan dan penuh senda gurau.

Kapan Bakat Aslinya Akan Muncul?
Terus terang kami belum tahu pastinya dan kami tidak terburu-buru. Kami menyediakan waktu 1 tahun, 2 tahun atau bahkan 5 tahun sampai dia benar-benar menemukan pannggilan jiwa terhadap suatu minat dan bakat bawaan. Proses ini sangat penting, karena akan menentukan cita-cita dan tujuan hidupnya kelak. Terlebih lagi tujuan hidup tersebut sebagai landasan dalam menentukan life plan dan model pendidikan yang akan dijalaninya. Apakah pendidikan formal, homeschooling, sekolah alam atau model pendidikan lain yang saat ini belum kami ketahui.

Bagi kami untuk saat ini adalah memberikan pengalaman nyata sebanyak-banyaknya agar si kecil memiliki cukup pengetahuan. Karena pengalaman dan pengetahuan ini lah yang menjadi dasar dalam membangkitkan minat dan bakat sesungguhnya. Proses masih panjang, tidak perlu tergesa-gesa. Setiap kali ada kesempatan, kami berusaha menstimulusnya. Yang perlu digarisbawahi bagi kami adalah SELALU LAKUKAN DALAM KEBAHAGIAAN.

Karena :
“Orang-orang SUKSES melakukan segala sesuatu dalam KEBAHAGIAAN dan kejayaan menghampirinya”

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat.
Wassalamu alaikum...

Salam Keluarga Indonesia,



Ayah HILDAN & Bunda ALFI

CP : 081 2525 4782


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan KOMENTAR :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...