Rabu, 12 Maret 2014

Review Webinar Sesi 1 : “Pengantar Homeschooling (HS) Anak Usia Dini”

Review Webinar Sesi 1 : “Pengantar Homeschooling (HS) Anak Usia Dini”

Selamat malam para pembaca yang Budiman…
Malam ini kami mengikuti webinar sesi 1 yang bertemakan “Pengantar Homeschooling Anak Usia Dini”, acara ini diprakarsai oleh www.RumahInspirasi.com. Banyak sekali pengetahuan yang kami peroleh. Terutama mengenai kekhawatiran kami : “Apakah anak homeschooling akan kesulitan dalam bersosialisasi?”. Jawaban yang kami dapat dari sesi ini sebagai berikut.


Sosialisasi Anak Usia Dini
Anak-anak usia dini kebutuhan sosialisasi utamanya adalah dengan kedua orang tua. Hal ini dikarenakan pada masa ini ada penanaman nilai-nilai dasar kehidupan, sehingga pihak yang paling berwenang mengajarkannya adalah kedua orang tua. Kedekatan emosional paling mendasar juga harus diberikan oleh orang tua. Maka porsi sosialisasi dengan kedua orang tua idealnya lebih banyak, dari pada dengan teman sebaya dan lingkungan di luar keluarga. Tidak salah jika nantinya anak-anak usia dini yang ikut homeschooling akan menghabiskan sebagian besar waktunya bersama orang tua, baik di dalam rumah mau pun di luar rumah.

Sosialisasi dengan lingkungan luar sebatas untuk bersenang-senang, bukan dijadikan sebagai sarana dalam menanamkan nilai. Hal ini selaras dengan prinsip bahwa rumah adalah tempat belajar terbaik dan ibu adalah guru pertama.

Berproses, Bukan Berkompetisi
Kami juga mulai memahami bahwa dalam homeschooling seluruh prosesnya harus berorientasi pada RASA BAHAGIA dan ALAMIAH. Pembelajaran dilakukan setiap hari dalam kegiatan apa pun. Ketika mandi pagi, memasak, sarapan dan bercengkrama. Orang tua tidak perlu dipusingkan dengan kurikulum apa yang harus diberikan. Orientasi HS pada usia ini adalah membangun kedekatan emosional. Sehingga ukuran kesuksesannya adalah anak bahagia, orang tua bahagia. Begitu mudah dan simple bukan?. Ketika anak menyukai belajar PIANO, maka tujuannya adalah untuk bersenang-senang. Bukan bertujuan agar anak kelak berprofesi menjadi PIANIS HANDAL. Ketika anak belajar menggambar, maka hasil akhir yang dituju adalah anak bergembira. Bukan supaya dia menjadi PELUKIS TERKENAL.

Kita sebagai orang tua jangan terpancing untuk membandingkan dan berkompetisi dengan orang tua lain. Ketika orang tua lain membanggakan balitanya sudah bisa CALSTUNG, maka kita harus focus pada tujuan : “Anak ku harus bahagia dan dekat dengan ayah bundanya”. Ya…itu saja, hindari berkompetisi karena akan memaksa anak mengikuti ego orang tua. Anak akan dipaksa untuk menjadi yang terpandai, terbaik, nomor 1 dan paling membanggakan, padahal bukan demikian tujuan pendidikan anak usia dini.

Dalam hal bertata bahasa, anak-anak usia dini lebih disarankan untuk mempelajari bahasa yang digunakan sehari-hari. Jika di rumah menggunakan bahasa Jawa, maka lebih baik anak juga mempelajari bahasa Jawa dalam percakapannya. Mengajarkan bahasa non sehari-hari bisa ditunda jika usia anak sudah lebih dewasa, karena bahasa tersebut membuat anak tidak memiliki partner bicara aktif di lingkungannya.
Demikian sedikit review tentang sesi 1 webinar malam ini. Ingat…tujuan UTAMA-nya adalah “Anak Bahagia, Orang Tua Bahagia”. Cukup itu saja, tidak kurang tidak lebih. Semoga review sederhana ini bermanfaat.

Salam Keluarga Indonesia,



HILDAN FATHONI

CP : 081 2525 4782

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan KOMENTAR :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...