Rabu, 18 September 2013

Tips Melatih Life Skill Anak

Tips Melatih Life Skill Anak

Yayah HILDAN dan NAZILA Belajar Memasak

Suatu ketika Ibu saya akan pergi untuk urusan kedinasan dan biasanya sekaligus berbelanja ke Pasar Dampit. Beliau bertanya : “Le...mau dibelikan apa?. Hildan kecil menjawab : “Dibelikan sapu saja Bu”. Itu ketika saya masih seusia Taman Kanak-kanak. Almarhum Bapak termasuk pribadi yang sangat memperhatikan kebersihan rumah. Sejak kecil saya sudah dilatih menyapu lantai, membersihkan kamar, menyapu halaman depan dan berbagai aktivitas lain. Saya sampai hapal lantai mana saja yang berlubang (rumah kami dahulu berlantai semen), kursi mana saja yang rotannya rusak dan bagian rumah yang sulit dijangkau sapu. Rumah kami seperti dunia kecil yang saya kuasai seluk beluknya.

Sore hari almarhumah nenek mengajarkan cara menyapu dengan mempergunakan sapu korek (sapu lidi). Dari halaman di ujung barat disapu hingga ujung timur sehingga semua sampah berkumpul pada satu sudut dan siap dibakar. Jika diamati bekas tanah yang disapu akan membentuk pola garis-garis bergelombang yang teratur. Itulah keunikan menyapu halaman dengan sapu lidi. Anak-anak yang pernah tinggal di desa pasti tahu.

Siang hari setibanya Bapak dan Ibu dari mengajar di SD, kami berempat belajar masak di dapur. Bapak mengajari cara mengupas kelapa memakai “slumbat”, entah apa sebutannya dalam bahasa Indonesia. Slumbat itu sejenis kayu atau besi yang berdiri tegak, fungsinya untuk menusuk dan membuka serabut kelapa. Juga mengajari saya “maca’i kelopo” yaitu memecah batok kelapa dengan golok/parang tanpa merusak daging kelapa. Dua hal ini yang sampai sekarang belum bisa saya lakukan dengan sempurna...hehehe ngapunten Pak.

Tanpa kami sadari kegiatan sehari-hari di masa lalu tersebut sangat membantu kehidupan keseharian kami di masa kini. Juga memberikan landasan pengetahuan bagi kami dalam mendidik si kecil. Ternyata hal sederhana bahkan dianggap kuno oleh beberapa orang, justru sangat bermanfaat di masa serba automate seperti saat ini. Orang-orang dari masa lalu kami seolah memberikan pengajaran berharga tentang cara memecahkan masalah (problem solving) dan kemandirian.

NAZILA Belajar Menjemur Baju
Anak-anak Jaman Sekarang
Apakah berbeda cara mendidik anak-anak semasa kami dengan anak-anak jaman sekarang, terkhusus tentang life skill? Sepengamatan kami secara nilai dasar sih sama saja, hanya berbeda variasi kondisi. Eits...tapi tunggu dulu, apaan tuh life skill?. Saya mendefinisikannya secara sederhana sebagai kemampuan dalam beradaptasi dan menyelesaikan persoalan sehari-hari. Menurut definisi World Health Organization (WHO), life skills atau ketrampilan hidup adalah kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan positif yang membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif.

Penjabaran tentang berbagai  aspek life skill dapat dibaca di link : http://rumahinspirasi.com/apa-itu-life-skills/ . Nah di artikel ini kita akan membahas secuil tips-tips untuk melatih kecakapan life skill pada anak-anak jaman sekarang. Kita mulai yuk...

Jaman sekarang tidak bisa dipungkiri bahwa pendampingan orang tua biasa digantikan oleh keberadaan pembantu, orang tua, televisi, tempat penitipan anak dan berbagai alternatif pengganti lainnya. Apakah hal tersebut otomatis menghilangkan tanggung jawab orang tua? Oh tentu tidak. Lalu bagaimana?. Pertanyaannya adalah “Berapa jam sehari kita habiskan untuk bekerja?” dan “Berapa jam waktu kita untuk mendidik si kecil?”. Jika kita bisa memprioritaskan waktu untuk bekerja, tentu pasti bisa “memaksakan” waktu untuk mendidik si kecil. Mari kita mulai dari hal-hal termudah.

Berikut beberapa aktivitas kecil yang kami lakukan untuk melatih si kecil :
  1. Mencuci baju bersama : Si kecil sering kami libatkan untuk mencuci baju. Bahkan semenjak dia berusia 1 tahun. Kami berikan bajunya yang kotor lalu kami ajari cara menggosoknya dengan sikat baju. Walau pun air nya muncrat tidak karuan tetapi dia sangat suka. SUKA itu lah kata kuncinya.
  2. Menyapu bersama : “Yah...mana Kakak bantu nyapu” pinta si kecil. Hmmm...malah berantakan deh. Akhirnya kami belikan satu set sapu dan sekop sampah kecil, supaya dia tetap membantu tanpa mengganggu aktivitas kami.
  3. Membuat roti bakar : Ini nih yang paling seru. Mulai mengoles mentega hingga ikut membolak-balik roti di atas wajan teflon. Dia paling suka saat kami berdua melemparkan roti ke udara dan menangkapnya dengan wajan. “Aji yah...dilempar aji...” teriaknya kegirangan.
  4. Merapikan baju : Setelah baju kering maka kami merapikannya sebelum diseterika. Si kecil suka memilih sendiri baju-bajunya untuk dilipat dan kelompokkan. “Ini kaos Kakak yang kecil, ini punya Yayah yang gedhe”.
  5. Merapikan kamar tidur : Untuk seusia anak 4 tahun tentu kesulitan merapikan bantal, guling dan selimut yang berukuran besar. Kami membantunya merapikan dan si kecil merapikan boneka-bonekanya yang berserakan.

Tentu saja masih banyak aktivitas yang kami lakukan bersama. Sambil memuji hasil pekerjaannya kami menjelaskan mengapa aktivitas tersebut dilakukan, tentu dalam bahasa yang sederhana. Misalnya : “Kak...mainannya ditaruh di kotak di kamarnya Kakak ya. Supaya tidak hilang”.

Bagi kami yang masih belajar mendidik anak, menjalani aktivitas bersama si kecil lebih bermakna jika dibandingkan dengan membiarkannya beraktivitas bersama orang lain. Karena kami yakin memang seharusnya anak lebih dekat secara emosional dengan orang tuanya, dari pada dengan pihak lain. So...selamat berlatih life skill bareng si kecil ya. Pastikan kita menjadi sumber utama pengetahuannya...okey??? ^_^

Salam Keluarga Indonesia,



HILDAN FATHONI
CP : 0852 340 89 809, 0341-5470 688.



Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan KOMENTAR :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...