This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Mati di Usia 30 - Dikubur pada Usia 60

Mati di Usia 30 - Dikubur pada Usia 60

Selamat malam para pembaca yang Budiman,

Setiap hari kita beraktivitas : sekolah, kuliah, bekerja, update status di sosmed, membaca buku, menonton TV, mengikuti pengajian, belanja, dan banyak aktivitas lainnya. Beberapa diantara kita melakukan kegiatan sehari-hari secara spontan tanpa tahu alasan dari tindakan kita. Sebagian lain benar-benar tahu landasan dari setiap tindakannya. Lalu apa pentingnya memiliki landasan dari sebuah tindakan?



Saya ingin mengajukan banyak pertanyaan. Ini adalah pertanyaan acak yang muncul secara spontan ketika saya menulis artikel ini. Mohon jawab beberapa pertanyaan di bawah ini :

Pertanyaan untuk para orang tua
  1. Mengapa anak SD, SMP dan SMA jaman sekarang harus sekolah hingga sore hari ?
  2. Mengapa anak-anak ikut bimbingan belajar padahal sudah bersekolah ?
  3. Mengapa balita dan anak-anak kita suguhi tontonan Sinetron dan dangdut koplo ?
  4. Mengapa anak-anak diberikan makanan snack dan minuman kemasan berkadar gula tinggi ?
  5. Mengapa kita suka menyuruh anak menurut tanpa memberikan alasan yang logis ?
  6. Mengapa kita harus marah ketika anak kita memecahkan piring ?


Pertanyaan untuk para pemuda-pemudi
  1. Mengapa harus kuliah ?
  2. Setelah lulus mengapa ikut sukwan selama bertahun-tahun padahal belum tentu diterima menjadi PNS ?
  3. Mengapa mengejar pekerjaan PNS padahal persaingannya sangat…sangat…sangat di luar nalar ?
  4. Mengapa tidak bekerja semenjak kuliah ?
  5. Mengapa tidak pernah berorganisasi atau mengapa kita ikut organisasi ?
  6. Mengapa kita berbisnis atau mengapa kita menjadi professional ?


Sekali lagi pertanyaan-pertanyaan di atas hanyalah pertanyaan acak, sama sekali tidak ada tujuan tertentu. Saya hanya ingin menggugah kesadaran kita bersama, bahwa sebagian dari keputusan dan keinginan kita adalah keputusan dan keinginan orang lain. Secara halus tindakan kita dipengaruhi pihak eksternal tanpa kita tahu manfaat dan mudhorotnya untuk kita. Kita bertindak sesuai kebiasaan umum, sesuatu dianggap benar atau salah karena semua orang beranggapan demikian. Tentu saja kita seperti robot yang berjalan sesuai software yang sudah terinstal tanpa memiliki kehendak atas kesadaran pribadi. Setiap diri kita memiliki keunggulan unik, tetapi mengapa harus disamaratakan dengan keunikan orang lain. Sama artinya meniadakan keunikan semua orang atau meniadakan anugerah Tuhan.

Kemampuan bertanya dan menggali diri adalah langkah awal menemukan KEUNGGULAN UNIK dalam diri kita. Tidak ada istimewanya menjadi sama dengan orang lain. Tuhan tidak akan repot-repot menciptakan kita jika hanya untuk sama dengan orang lain, tanpa keunggulan unik. Langkah selanjutnya adalah … MEMPERJUANGKANNYA !!!

Tidak ada salahnya menyempatkan waktu sejenak untuk menggali kebijaksanaan dalam diri kita. Untuk menemukan permata terpendam dalam diri kita. Untuk menutup artikel sederhana ini, ada sebuah ungkapan KUNO :

“Mati di usia 30 - Dikubur pada usia 60”
Maknanya :
Seseorang yang sejak muda sudah “mematikan” potensi uniknya hingga membawa bakat terpendamnya ke liang lahat.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat…
Salam Keluarga Indonesia,




HILDAN FATHONI

CP : 0852 340 89 809, 0341-5470 688.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...