Senin, 06 Agustus 2012

Thibbun Nabawiy 1

 Thibbun Nabawiy 1

Oleh






Dalam peradaban Islam yang panjang, baik kegiatan preventif maupun kuratif sama-sama mendapat perhatian yang proporsional. Rasulullah banyak memberi contoh kebiasaan sehari-hari untuk mencegah penyakit. Misalnya; menekankan kebersihan, makan setelah lapar dan berhenti sebelum kenyang, lebih banyak makan buah (saat itu buah paling tersedia di Madinah adalah Rutab atau kurma segar), mengisi perut dengan sepertiga makanan, sepertiga air dan sepertiga udara, kebiasaan puasa senin & kamis, mengkonsumsi madu, susu kambing atau habbatus saudah dan lain sebagainya.

Rasulullah juga menunjukkan persetujuannya pada beberapa teknik pengobatan yang dikenal saat itu seperti bekam, pengobatan ala persi. Ada sebuah hadits dimana Rasulullah bersabda: Antum a’lamu bi umuuri dunyaakum; kalian lebih tahu urusan dunia kalian.

Hadits diatas sekalipun asbaabul wurud-nya berkaitan dengan penyerbukan di dunia pertanian, namun dipahami oleh generasi muslim terdahulu juga berlaku untuk teknik pengobatan. Itulah latar belakang sehingga dalam beberapa abad kaum muslim benar-benar memimpin dunia salah satunya di bidang kedokeran, baik secara preventif maupun kuratif, baik di teknologinya maupun manajemennya.

Ilmuwan muslim pertama yang terkenal berjasa luar biasa adalah Jabir Al-Hayan atau Geber (721-815 M). Beliau menemukan Teknologi Destilasi, pemurnian alkohol untuk disinfektan, serta mendirikan Apotik yang pertama di dunia yakni di Baghdad. Banu Musa (800-873 M) menemukan Masker Gas untuk dipakai para pekerja pertambangan dan industri sehingga tingkat kesehatan para pekerja dapat diperbaiki.

Contoh lain, Muhammad Ibnu Zakaria Ar-Razi (865-925 M) menemukan Kemoterapi. Kemudian bersama-sama Tsabit Bin Qurra dan Ibn Al-Jazzar juga menemukan cara awal penanganan Disfungsi Ereksi.

Sekitar tahun 1000 M, Ammar Ibnu Ali Al-Mawsili menemukan Jarum Hypodermik, yang dengannya ia dapat melakukan Operasi Bedah Katarak pada mata. Fantastis! Dan di kurun waktu yang sama, Abu Qosim Al-Zahrawi menemukan Plaster Adhesive untuk mengobati luka dengan cepat. Penemuan ini sangat membantu Pasukan Islam di medan Jihad. Al-Zahrawi juga mengembangkan berbagai jenis Anastesi dan Alat-alat Bedah, yang dengannya antara lain dapat dilakukan Operasi Curette untuk wanita yang janin dalam kandungannya mati (tentu dengan mengajari dokter wanita/thabibah agar memegang Operasi Curette ini).

Pada tahun 1037 M, Ibnu Sina menemukan Thermometer (meski standarisasinya baru dilakukan oleh Celcius dan Fahrenheit) berabad-abad kemudian. Ibnu Sina juga sangat dikenal karena bukunya Qanun Fi At-Thiib, sebuah ensiklopedia pengobatan (Pharmacopeia) yang menjadi standar kedokteran dunia hingga abad 18.

Semua penemuan teknologi ini tentunya sia-sia bila tidak diaplikasikan. Aplikasi ini hanya akan berhasil bila masyarakat islam semakin sadar hidup sehat, pemerintah membangun fasilitas umum pencegah penyakit dan juga fasilitas pengobatan bagi yang terlanjur sakit di setiap unit terkecil dalam masyarakat.

Menarik untuk dicatat bahwa di Daulah Islam (800-an M), Madrasah atau Kuttaab sebagai Sekolah Rakyat yang sudah terdapat dimana-mana. Tak heran bahwa kemudian tingkat pemahaman masyarakat tentang kesehatan pada waktu itu sangat-sangat baik.

Dan di zaman itu, Tenaga Kesehatan (Dokter, Perawat, Bidan, Mantri, Ahli Ruqyah dll) secara teratur diuji kompetensinya. Dokter Khalifah (Kalau sekarang mungkin setara dengan Menkes) menguji setiap Thabib agar mereka hanya mengobati pasien sesuai dengan pendidikan dan keahliannya. Mereka harus diperankan sebagai konsultan kesehatan dan bukan orang yang sok mampu mengatasi segala penyakit.

Fakta-fakta diatas menunjukan bahwa kaum muslim terdahulu memahami bahwa sehat tidak hanya urusan dokter, tetapi pertama-tama urusan masing-masing untuk menjaga kesehatan. Semoga urusan “sehat” ini tidak hanya direduksi hanya sekedar mengkonsumsi Madu atau Habbatus Sauda' saja, akan tetapi umat islam mampu mengembangkan teknologi kedokteran yang mutakhir.

Ayo bangkit, Ilmuwan Muslim!...


NB: Dari berbagai sumber

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan KOMENTAR :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...