Jumat, 10 Agustus 2012

INDONESIAN NURSES: JAGO KANDANG ATAU KANDANGNYA JAGO


INDONESIAN NURSES: JAGO KANDANG ATAU KANDANGNYA JAGO


pada 29 Juli 2012 pukul 21:10 ·

By Syaifoel Hardy

‘There are 19.3 million nurses and midwives according to the World Health Organization's World Health Statistics Report, 2011’. Mayoritas berada di Amerika Serikat sekitar 3 juta nurses. Di India, ada sekitar 1.5 juta. Sedangkan di Asia Tenggara, diperkirakan berjumlah 2,3 juta.

Di Indonesia, diperkirakan terdapat 12-13 nurses setiap 10.000 penduduk. Berarti, tidak kurang dari 315.000 nurses yang tersebar di negeri ini.

Bila mengikuti langkah AS yang penduduknya 350 juta, ketiga terbesar di dunia, sementara Indonesia menduduki peringkat ke 4, seharusnya jumlah nurses di negeri ini, lebih dari 2 juta jiwa. Sedangkan jika mengikuti langkah yang ditempuh India yang penduduknya sekitar 1,2 milyar jiwa, dalam artian kuantitas, rasio kita sudah memadai. Rasio perbandingan dengan jumlah penduduk dan perawat di negeri ini, berkisar 1000:1.

Sepuluh tahun terakhir ini, jumlah lembaga pendidikan nursing maju pesat. Saat ini tidak kurang dari 700 institusi. Jika setiap institusi meluluskan setiap tahunnya rata-rata 100 orang saja, maka ada 70.000 fresh graduate nurses yang bertambah. Berdasarkan angka ini, meski tidak menutup kemungkinan bahwa lulusan pendidikan nursing tidak selalu bekerja sesuai dengan profesinya, saya yakin, jumlah nurses di Indonesia mestinya jauh melebihi perkiraan WHO.

Artikel ini berusaha untuk mengidentifikasi potensi yang dimiliki oleh Indonesian nurses, potensi karier yang bisa ditembus dengan modal clinical skills serta kendala yang dihadapi.

Semakin maju peradaban sebuah negara, semakin sedikit angka kesakitan dan kematiannya. Beberapa negara seperti USA, Jepang, Inggris, Perancis, Australia dan Canada, terhitung sebagai negara-negara yang sudah maju. The USA misalnya, sebagai sebuah negara maju, selalu butuh nurses dalam jumlah yang besar setiap tahunnya. Bahkan jumlahnya terbanyak di dunia. Ini sebagai bukti bahwa tuntutan mereka terhadap kebutuhan nurses bukan semata mengandalkan perbandingan rasio nurse:patient.

Manusia yang peradabannya sudah maju, di mana angka kesakitan dan kematiannya makin kecil, justru jarang sakit atau tinggal di RS. Itu tidak berarti bahwa mereka tidak membutuhkan healthcare services. Mereka yang tinggal di rumah, pasar, supermarket, kantor, mall, bisokop, tempat hiburan, taman-taman, perusahaan, industri hingga di daerah pertambangan dan lepas pantai, semunya membutuhkan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang mereka kehendaki adalah pelayanan paripurna, yang tidak lepas dari nursing care intervention.

Tiga tahun lalu, saya sempat diundang oleh dua kampus untuk terlibat dalam pembinaan mahasiswa yang ditempa dalam program khusus, Program Diploma Keperawatan Jurusan Internasional. Tepatnya di Malang dan Surabaya.
Saya akan cerita tentang salah satunya!

Memasuki kelas untuk pertama kali, waktu itu di Malang, jumlahnya mengagumkan. Hanya 19 orang. Tanpa bermaksud menyanjungnya, mahasiswa ini jumlahnya terkecil yang pernah saya temui dalam perjalanan karier profesi. Mereka semuanya smart.

Saya gunakan kata smart, lebih tepat ketimbang pintar. Mereka rata-rata menduduki prestasi di sekolahnya. Cerdas sebelum masuk kampus. Test TOEFL juga diberlakukan sebagai salah satu syaratnya. Makanya, saat di kelas, kami gunakan medium bahasa Inggris, meski tidak sepenuhnya. Namun nyantol!

Mengajar mahasiswa dalam jumlah sedikit, sangat efektif. Apalagi ditunjang dengan kualitas atas hasil penyaringan sebelum masuk. Klop.

Di depan saya, adalah mahasiswa tepat jurusan yang memiliki motivasi tinggi dan potensi menjadi qualified nurses.
Hampir setiap kali cuti, setiap kali itu pula saya bertemu mereka, dengan beragam mata kuliah yang terkait dengan international issue. Saya bersemangat dan melihat generasi muda yang makin semangat pula!

Tiga tahun kemudian, saya diundang lagi oleh kampus yang sama, dalam acara Wisuda. Tidak lain, mereka lah yang diwisuda.  Karena satu dan lain hal, kini jumlahnya hanya 17 orang.

Dalam salah satu pertanyaan saya di depan forum tidak kurang dari 300 orang, saya bertanya kepada salah satu calon wisudawan ini, saya undang berdiri di depan. Tentang rencana kerja mereka. Sungguh sangat di luar dugaan, bahwa 100% mereka sudah dipesan! Alias mendapatkan kerja!

Mereka kini sudah menyebar. Beberapa ada yang di luar negeri, termasuk Jepang. Ada yang di perusahaan. Ada pula yang bekerja di sejumlah RS internasional dan BUMN. Beberapa ada di Facebook saya!

Penyelenggaraan pendidikan yang saya ceritakan di atas merupakan contoh pendidikan ideal. Yang mengutamakan kualitas. Bukan kuantitas.

Ketika saya tanyakan kepada Program Coordinator nya, mengapa program yang sama tidak dilanjutkan. Jawabannya, ini adalah proyek pemerintah yang tentu saja membutuhkan anggaran tersendiri. Tidak setiap tahunnya tersedia meski penyelenggara mau menjalankan program. Lagi pula, menguras tenaga dan pikiran. Namun hasilnya, memang memuaskan.

Tantangan kita ke depan seharusnya memang menyelenggarakan pendidikan berkualitas yang berorientasi bukan hanya pada hasil. Akan tetapi juga pasar.

Apa yang saya ceritakan di atas merupakan contoh keberhasilan yang jarang kita lirik. Bahwa jika kita fokus pada kualitas, maka pasar akan berbondong-bondong membelinya, habis!

Jika sebaliknya, maka pasar tidak akan peduli. Akibatnya, berhamburanlah jumlah nurses, mulai dari harga yang termurah hingga tidak ada yang tertarik untuk 'menggunakannya' sama sekali.

Manusia selalu membutuhkan pelayanan kesehatan sepanjang hidupnya. Sejak lahir hingga matinya. Sepanjang proses ini, keberadaan nurses tidak akan pernah dikesampingkan.

Tetapi perlu diingat, bahwa masyarakat makin cerdas. Mereka seperti raja, yang punya hak prerogatif untuk memilih yang terbaik. Semakin tinggi kemampuan daya beli mereka, semakin tinggi tuntutan kualitas barang-barang yang dikonsumsinya. Tidak terkecuali nursing services.

Menurunnya jumlah angka kesakitan seharusnya menjadikan nurses bisa bernafas lebih lega. Karena kini, nurses tidak harus berkutit dengan clinical skills di RS, klinik atau balai kesehatan saja. Nurses bisa merambah luas di cabang-cabang pelayanan kesehatan lainnya.

Nurses bisa bekerja tidak kurang dari 60 cabang spesialisasi. Di samping itu, nurses juga bisa merangkap, apakah sebagai dosen, trainer, konsultan, entrepreneur, health advisor, penulis, editor, motivator dan sebagainya.

Inilah kesempatan sekaligus tantangan yang sedang kita hadapi dan di masa mendatang!

Saat ini, kurang dari 10.000 Indonesian nurses yang bekerja di luar negeri. Sementara pasar luar negeri sangat luas dan membutuhkan nurses. Kita harus membuka mata lebar. Meningkatnya kebutuhan hidup individual, menjadikan Indonesian nurses sebagian besar kurang puas dengan imbalan yang diperolehnya. Dampak dari minimnya penghasilan ini bisa 'berbahaya'. Salah satunya adalah terjadinya 'malpractice'. Bila tidak diantisipasi dan dicarikan jalan keluarnya, kecenderungan praktik seperti ini bakal mencoreng reputasi Indonesian nursing.

Ada banyak cara guna mempersiapkan agar Indonesian nurses bisa jadi jago dan sigap menghadapi masa depan dan segala tantangannya. Indonesia pun bisa jadi ladangnya jago nursing yang siap bertarung di arena internasional. Bukan hanya tarungan di negeri sendiri. Jadi jago kandang!

Cara yang paling efektif dan efisien adalah lewat kampus. Hanya saja, guna mempersiapkannya, perlu ditopang oleh sejumalh elemen yang handal. Dosen yang berkualitas, kurikulum yang pas, sarana dan prasarana belajar termasuk laboratorium yang memadai, tempat praktik lapangan yang sesuai serta adanya sistem yang mapan akan kontinuitas pembinaan karakter mahasiswa.

Jika ini terwujud, maka Indonesia bakal menghasilkan nurses seperti yang saya contohkan di atas. Tiap sekolah hanya menelorkan 17 lulusan yang dijamin kualitas dan masa depan kerjanya jauh lebih baik, ketimbang 200 orang sarjana tiap tahun di tiap sekolah, yang tidak jelas arahnya!

Doha, 29 July 2012
hardy.syaifoel@yahoo.com  

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan KOMENTAR :

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...